Rabu, 01 April 2015

Sajak Bunga Melati

Bersinar kembali matahari
di setiap ukiran fajar Ilahi
yang membawaku terdiam di sini
menuliskan syarir seorang diri

Rasanya tak ingin berdiri
ku ingin selalu berbaring di sini
menemani kisah yang terdiri
dari sajak - sajak bunga melati

mungkin yang ku tulis ini
tak seperti yang ku alami
tentang diriku yang menanti
mekarnya bunga melati

Tak tahu yang ku jalani
kenyataan atau mimpi
yang begitu samar bagi diri
merawat sebuah pohon melati
yang sukar tampakkan diri

Yang teraba di saat ini
Kuncup yang tak pernah mekarkan diri
begitu lama ku nanti - nanti
di saat kau merekah di pagi hari

Ku bayangkan di kala hari
dimana ku menemani
sekuntum bunga melati
semerbak harum mewangi

Tapi ku rasa tak mungkin begini
yang ku dapati kala ini
melati yang malu di sore hari
hampir putus asa yang ku dapati
karena begitu berkabut yang ku lalui

Meski gelap mulai merebaki
melati yang ku temani
tak kunjung berseri
walau berbagai cara ku tekuni
tetap saja semua tanpa arti

Hampir bosan ku tunggu sang melati
sekedar ucapkan salam penghibur diri
dari seorang yang menyendiri
menanti sesuatu yang tak pasti

Bertahun tahun ku lalui
sampai suatu saat palingkan diri
kepada suatu bunga yang kulalui
bunga yang tak pernah ku mengerti
walu ku petik di suatu pagi

Belum gelap di suatu hari
tepatnya di sore dini
ku sesali peti bunga ini
yang ada hanya merusak diri
sebuah bunga yang terlanjur mati
karena tangan yang menjahili

Akhirnya ku menjalani
sebuah jalan yang dahulu ku lalui
menuju ke tempat bung melati
yang  hari ini aku tinggali

belum sampai di tempat yang ku hendaki
kulihat camelia menawan hati
tersipu hati melihat ini
sampai lupa yang ku hendaki

Hampir saja ku petiki
sekuntum camelia yang ku temui
namun ku berfikir kembali
sebelum datang penyesalan diri

pagi pun berdiri kembali
membangun sajak baru kehidupan ini
memulaiperjalanan langkah kaki
menuju padang melati

Belum sempat ku jajaki
dimana banyak hamparan melati
begitu indah di taman hati
yang tersusun rapih sekali

Ku lewati sekuntum mawar meninggi
ku akui memang elok sekali
hampir ku tak kendali diri
ingin ku petik namun terkena duri

ketika ku sadarkan diri
berfikir tuk ribuan kali
memetik bunga selain melati
yang pernah ku tanam di pagi hari

Sampai saat ini ku menanti
sebuah kepastian diri
yang menunggu sesosok melati
merekah tunjukkan diri
di hadapan mata yang terpejami
di nanungan malam dingin ini

11-04-2012
Qois Dzulfaqqor


KU TAHU

Kabut menyelimuti matahari
yang ada mendung pagi ini
seraya mewakili perasaan hati
yang telah habis terlukai

Gelap masih menyelimuti
sampai matahari tak berani
untuk sekedar menampakkan diri
kepada para pemuja Ilahi

Meski Malas ku menapaki
namun tetap ku jajaki
hari hariku di bumi ini
walau harus korbankan diri

Rasanya hidup selama ini
bagai manusia tak ada arti
semua tak peduli
yang ada menyiksa diri

Hidup yang ku alami
bagai langit tanpa bumi
rasanya hanya diri sendiri
yang merasa tak berarti

Hidup di dunia ini
tak banyak ku pahami
bahkan yang ku alami
sulit untuk ku mengerti

Mungkin hidup di alam ini
seperti sumbu tanpa api
tak akan berguna diri
sebelum ada yang mendapati
sebuah pertolongan diri

ku tahu hidup ini akan ku akhiri
walau tak tahu kapan tiba hal ini
akan terus ku jalani
meski raga tak sanggup lagi
menahan semua derita diri

Sampai waktu yang di tentui
oleh Zat Sang Ilahi
sampai di situlah jasad ini
menemani ruh seorang diri
Meski semua ku ketahui
mengapa ku masih berani
menyalakan sebuah api
untuk sekedar menyiksa diri

Meski semua ku pahami
mengapa ku melakukan ini
semua itu tak berarti
walau memang menyenangkan diri

kapan aku berhenti
walau sudah ku usahai
tetapi sulit ku lakui
meski ku sangat membenci
semua perbuatan ini

Bagaimana mengetahui
untuk sekedar menanggulangi
semua kelakuanku ini
yang telah membuat diri
merasa tak punya arti

Ku tau aku ini
seorang yang tak tahu diri
yang tak bisa mensyukuri
semua Nikmat Ilahi

Bagaimana aku nanti
di hari yang di tentui
untuk mempertanggung jawabkan hal ini
setelah aku mati

Tak ingin ku di kuburi
sebelum semua ini
dapat aku atasi
untuk sekedar berhenti
melakukan hal nista ini

Aku takut malam ini
ruh ku tak akan kembali
setelah aku bermimpi
sebelum aku mendapati
sebuah pertaubatan diri

Yang lebih ku takuti
ketika ku lakukan ini
nafas ku telah terakhiri
dan tak akan terhirup lagi

Ya Allah, Ya Ilahi
hamba menyesal melakukan ini
tak akan hamba ulangi
jeleknya moral hamba ini
  
Tak sepantasnya ku ulangi
yang telah ku ketahui
sebagai belenggu diri
yang terikat pada api

Ya Allah, Ya Rabbi
ampunkanlah dosaku ini
jangan sampai aku mati
membawa keburukan diri

Hamba telah terpengaruhi
sebuah ajakan nistai diri
menjauhkan langkah hati
mengikuti ajaran nabi

Hari akan terus berganti
apakah mungkin bisa ku tepati
sebuah janji pada Ilahi
rasanya berat ku lakui
namun akan tetap ku kerjai

Kini ku berserah diri
kepada sang pemilik bumi
untuk sekedar menjaga diri
terulangnya hal nista ini

Karena ku ketahui
sebuah tawakkal diri
adalah hal yang harus ku lakui
karena yang ku kehendaki
belum tentu ku dapati

Yang ku tau saat ini
Hanya Allah lah yang ku akui
menerima taubatku ini
sebelum akhirnya diri ini
dibawa tuk disholati
di akhir kehidupan ini

22-04 2012
Qois Dzulfaqqor Ibnu Marwih Ibnu Hajar