Minggu, 14 Juni 2015

Mawar

Salju terasa turun gelap ini

dinginnya sampai menyayat hati

jangankan bulan untuk menemani

bintang pun tak sudi untuk kemari



Dalam bayangan pepohonan menari

walau matahari belumlah kembali

dari peraduannya untuk menerangi

bekunya bongkahan hati sanubari



Dalam detakan air yang menuruni

tangga-tangga kaki langit bumi

ku masih ada disini

walau kau suruh aku cari pengganti



ku tahu ini bukanlah mimpi

semua ini benarlah terjadi

di kehidupan mawarku kini

yang gigih pertahankan diri



Mawar yang aku kenali

begitu sabar menghadapi

terjangan badai tiada henti

yang turun karena kehendak Ilahi



Mawarku begitu ku kagumi

begitu kuat sosoknya ini

tak pernah terbayang oleh diri

rasa sakit tiada terperi



Ku yakin mawarku ini

berhasil lewati badai tak lama lagi

lalu merekahkan dirinya kembali

yang begitu indah di pagi harimawarku yang selalu kutemani

dalam pertarungan tak kian henti

dengan senyuman kau sselalu hadapi

dan pula do'a kepada Ilahi



Mawarku yang ku sanjungi

engkau selalu ada di hati

walau ku tahu kondisimu kini

tapi ku yakin kau akan lewati ini



Awan mendung menaungi

angin berhembus menemani

mawarku tetaplah tersenyum berseri

bagai baru merekah di pagi hari



Hujan pun tetap membasahi

dahan - dahanmu yang terlindung duri

tetapi semangatmu tak pernah mati

selalu menyala bagai kobaran api

Tidak ada komentar:

Posting Komentar